TAK SENGAJA TELAN SPERMA, AKHIRNYA STRESS KARENA TAKUT HAMIL


Home » Hypnosexology » TAK SENGAJA TELAN SPERMA, AKHIRNYA STRESS KARENA TAKUT HAMIL

Lucu ya judulnya??

Pasti anda yang sudah malang melintang di dunia perhelatan perang antar kelamin, akan ketawa membaca judul diatas.

Dan ini benar-benar terjadi.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menangani seorang klien yang bisa anda sebut saja namanya MELATI. Melati ini adalah seorang anak SMU kelas 2 yang tentunya anda sudah bisa mengira-ngira berapa usianya.

Jadi… si Melati ini mengalami stress yang bahkan orang tuanya sangatlah bingung bagaimana cara menangani dan menyembuhkan kondisi yang terjadi pada Melati ini. Karena kondisi stress yang dialami oleh Melati ini cukup mengganggu kegiatan belajarnya, makannya, dan bahkan sampai siklus haidnya.

Ketika ditanya oleh orangtuanya, dia tidak pernah mau mengatakan apa penyebabnya. Bahkan orangtuanya sampai membentak dan mengancam jika tidak mau cerita dia akan di berhentikan saja dari sekolah.

Tentulah hal itu bukannya membuat si melati ini bukan makin reda stressnya tapi malah membuat dia makin tambah stress.

Memang maksud dari orangtuanya BAIK, karena bentuk kekawatiran terhadap anaknya karena mereka sangat menyayangi Melati. Tetapi cara yang mereka pergunakan kurang TEPAT.

Hingga pada suatu ketika datanglah seorang juru selamat.. sebut saja namanya ARY PANJALU.. hahaha

Maaf ngelantur sedikit boleh ya??

Akhirnya oleh rekomendasi dari seorang teman, diajaklah si Melati ini bertemu dengan saya untuk berkonsultasi (biar kayak orang hebat lah) dan mencari solusi dari apa yang terjadi pada diri si Melati ini.

Pada waktu ketemuan dengan saya, dengan tegas saya memberikan syarat kepada orangtua si Melati ini agar saya dapat berbicara empa mata saja dengan Melati. Dan orangtuanya akhirnya setuju bahwa saya menggaransi bahwa gadis tersebut tidak akan saya ANU-ANUIN yang macam-macam.

Dan tibalah waktu dimana saya hanya berdua dengan si Melati ini. Dengan tatapan Tajam penuh dengan cinta kasih akhirnya saya nyeletuk dengan tehnik “cold reading” dan tentunya bikin hati Melati dag-dig-dug seperti jatuh cinta ketika saya bertanya “Sudah hamil berapa bulan?”

Duaaarrrrrr bagaikan disambar geledek…. ah drama sekali ya… hahaha

Diapun terperangah dan menatap saya lalu menangis.

Sambil terisak, akhirnya dia mulai membuka suara dan mengatakan bahwa sudah telat haid 2 bulan. Dan dari situ saya mulai membuka pembicaraan ala polisi yang menginterogasi dengan bahasa persuasi seperti yang pernah saya pelajari dari para master master persuasi di Indonesia.

Akhirnya ketemulah akar masalahnya, tentu anda sudah bisa menebak seperti JUDUL dari artikel ini.

Si Melati ini belum pernah melakukan hubungan intim dengan pacarnya, hanya saja kalau dia ingin memnyenangkan hati orang yang disayangnya dia siap melakukan oral seks untuk pacarnya kalau lagi ngebet pengen ngeluarin sperma. Dan pada oral seks yang terakhir dia sempat tanpa sengaja menelan sperma pacarnya, karena menurut dia ternyata rasa sperma cukup nyaman di lidahnya.

Karena minimnya informasi ketika sudah merasa berdosa sehingga tidak kepikiran mencari info entah di google atau search engine lain. Yang dia cemaskan adalah jika dia hamil dan rasa canggung ketika ingin bertanya kepada orangtua serta rasa takut terlebih dahulu jika nanti di marahi orangtua, maka dia memutuskan untuk diam dan walaupun akhirnya stress.

Dan benar saja… cukup dengan saya berikan informasi yang jelas serta saya yakinkan bahwa dia tidaklah hamil, barulah muncul senyuman di wajahnya.

Dan dia bertanya “jadi besok-besok lagi gak apa-apa ya ditelan?”

Sayapun memberikan penjelasan lagi bahwa sebenarnya oral seks itupun juga bisa beresiko kanker mulut atau terkena herpes jika penis yang dihisap itu sedang bermasalah.

Dari situlah saya berikan banyak masukan informasi, agar dia melakukan seks pun dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan aturan agama yang dia anut. Dan diapun menyetujui apa yang saya sampaikan.

Jadi bagi orang tua yang mengatakan bahwa pendidikan seks dalam hal ini HYPNOSEXLOGY adalah SESAT, saya mau tanya lebih baik mana antara paham akan resiko dan konsekuensi daripada tidak tau resiko dan belajar otodidak dari sumber yang tidak bisa kita pertanggung jawabkan???

Mari buka hati dan pikiran kita dengan sesuatu yang sebenarnya PERLU DAN PENTING dipahami daripada hanya mencaci maki tanpa SOLUSI.

SELAMAT SIANG… JANGAN TUNGGU ARTIKEL BERIKUTNYA

Ary panjalu

Penulis Buku Best Seller "Hypnosexology - Terapi Membahagiakan Pasangan". Klik Hubungi Sekarang Untuk Detail Program Pelatihan dan Waktu Pelaksanaan Pelatihan Team Anda. Wujudkan Perubahan Saat Ini Juga.