SUDAH PUNYA PASANGAN MASIH MASTURBASI, NORMALKAH??


Home » Hypnosexology » SUDAH PUNYA PASANGAN MASIH MASTURBASI, NORMALKAH??

Masturbasi? ahhaha, mungkin bagi sebagian orang yang sudah dibombardir oleh informasi seksual dari artikel bebas yang ada di mesin pencari, bakal mengatakan bahwa ini normal. Tapi mungkin akan berbeda dengan saya dalam memberikan sudut pandang kepada anda.

Walaupun ketika anda nantinya melakukan pencarian mengenai hal ini di mesin pencari seperti mbah google, anda pasti akan menemukan banyak artikel yang memberikan berbagai alasan bahwa masturbasi yang dilakukan saat sudah memiliki pasangan adalah hal biasa.

Pasti akan anda temukan bahwa bermastrubasi saat sudah memiliki pasangan adalah sebuah metode untuk mencegah ejakulasi dinilah, mengenal tubuh lebih baik lah, atau bagi wanita punya manfaat untuk memperlancar siklus haid lah dll.

Tapi bagi saya yang sudah menterapi banyak orang dengan kendala seksual, saya akan memberikan penolakan bahwa semua manfaat yang dipaparkan tidak semuanya benar. Camkan itu KAWAN… hahaha

Saya tidak tahu pasti apa tujuan dari artikel-artikel tersebut yang menurut saya malah menyesatkan mereka kedalam jurang kenistaan yang dalam. Duh.. bahasa saya koq puitis sekali ya… hahaha

Pernah ada seorang suami yang datang kepada saya dan sebut saja namanya BEJO dia mengatakan kepada saya bahwa dia sekarang mengalami masalah keluarga. Anehnya adalah, istrinya adalah seorang yang penurut dan tidak banyak menuntut. Tetapi ternyata hidup mereka sedang kacau karena masalah yang ditimbulkan oleh si BEJO ini.

Si BEJO ini sangat sering marah-marah tanpa sebab, dan anehnya juga si BEJO ini kadang tidak tahu apa yang membuat dia marah-marah tidak jelas. Setelah ngobrol dengan saya beberapa kali pertemuan, akhirnya terkuak suatu hal yang LUCU menurut saya. Dia (BEJO) ingin sekali merasakan vagina istrinya sama persis dengan cengkraman yang dia buat dengan menggunakan tangan ketika melakukan masturbasi.

Dan pada intinya adalah ketika dia melakukan hubungan intim dengan istrinya, dia meskipun sudah ejakulasi tapi tidak mendapatkan orgasme. Yang lalu kemudian akhirnya setiap kali selesai bercinta dengan istri, dia akan menunggu sampai istrinya tertidur dan dia akan bermasturbasi di kamar mandi untuk mendapatkan orgasmenya.

Selain itu, BEJO seringkali mendapatkan ejakulasinya terlalu dini karena dia menganggap yang penting cepat keluar. Karena dia meyakini bahwa istrinya hanya menanti spermanya saja. Dan inipun sangat lucu menurut saya.

Jadi gini loh… manusia itu kan terbentuk dari kebiasaan… ya kan??

Kebiasaan itu kan lama-lama bakal menjadi sebuah NILAI atau VALUE. NAH… kalau anda ini misalnya.. melihat gambar porno atau video porno dan ternyata anda sangat menginginkan melakukannya dengan artis yang ada dalam film porno tersebut, pasti ujung ujungnya masturbasi kan??

Dan ternyata anda menemukan kenikmatan yang berbeda dengan memasukkan penis anda kedalam vagina pasangan anda, karena anda bisa mengatur seberapa kuat dan licinnya cengkraman tangan anda ke penis. Lalu anda akhirnya mempunyai sisi pembanding bahwa ada kenikmatan berbeda ketika melakukan masturbasi, dan banyak kasus yang akhirnya malah terjerumus dalam kondisi tidak puas dengan istri tapi malah puas dengan tangan sendiri. Bukankah anda sedang mendzolimi istri anda namanya kalau seperti itu??

Dan inipun ternyata berlaku juga bagi para wanita yang melakukan masturbasi dengan menggunakan sex toys seperti penis palsu dan vibrator atau apapunlah sebutannya. Ada banyak sisi negatif yang bakal menjadi kendala dalam kehidupan seksual anda bersama pasangan.

Karena ketika sudah ada nilai pembanding antara penis suami dan penis buatan yang bisa tahan lama dan anda sendiri yang mengontrol hingga menyentuh titik-titik erotis yang jarang dieksplore suami anda, pastilah terjadi ketidak puasan. Dan dampaknya apa???

ANDA BENAR… hubungan seks anda dengan pasangan anda akan terasa HAMBAR.

DAN JIKA… terus berlanjut, maka sudah bisa dipastikan akan sering terjadi miss komunikasi dan ujungnya adalah saling memancing emosi.

Bagi saya yang mempelajari keilmuan pemrograman pikiran, hal tersebut adalah kegiatan SAMPAH. Ya benar, sampah pikiran yang akhirnya akan menjadi sebuah nilai di bawah sadar seseorang dan akhirnya tanpa disadari anda sudah menghancurkan hidup anda sendiri, pasangan dan mungkin masa depan anak-anak anda.

Jadi… jawaban saya ketika ada yang bertanya kepada saya seperti judul yang ada diatas, anda sudah tahu bukan apa jawaban yang akan saya katakan???

Baiklah teman teman… semoga bermanfaat ya… Konsultasi?? Klik Disini!

Ary panjalu

Penulis Buku Best Seller "Hypnosexology - Terapi Membahagiakan Pasangan". Klik Hubungi Sekarang Untuk Detail Program Pelatihan dan Waktu Pelaksanaan Pelatihan Team Anda. Wujudkan Perubahan Saat Ini Juga.